[ MENU ]

085233334013 / 085745698349 / 03151514363 Antar jemput bandara juanda surabaya, sewa mobil drop carter taksi taxi travel Tour By DJ Transpot. hotel, kantor, stasiun, terminal, rumah, sekolah, kota, desa, taksi, taxi antar ke juanda, taxi bandara juanda, taksi tanpa argo surabaya, taxi murah surabaya tanpa argo, sewa mobil surabaya dengan sopir, sewa mobil ke bandara juanda, luar kota, city tour surabaya, travel bandara juanda, sewa bus pariwisata bandara juanda surabaya .

  • antar jemput bandara juanda surabaya

    Antar Jemput, ngedrop, carter, sewa

Tampilkan postingan dengan label Tour Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tour Wisata. Tampilkan semua postingan
  • 18.29
wisata kota surabaya


Wisata Jalan jalan di Surabaya
Wisata Alam
Wisata Bahari
Wisata Belanja
Wisata Religi
Sejumlah tempat peribadatan yang sering menjadi kunjungan warga masyarakat juga tersedia di Surabaya. Berikut tempat peribadatan yang menjadi kunjungan orang untuk berdoa:

a. Masjid Al Akbar
Berada di Jalan Pagesangan, wilayah Surabaya Selatan, Masjid Al Akbar merupakan masjid terbesar di Surabaya dengan gaya arsitektural unik dan modern. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Abdurrachman wahid pada 10 November 2000.
Berdiri di atas lahan seluas tanah seluas 11,2 Ha, keunikan masjid ini terletak pada desain kubahnya yang menyerupai struktur daun, yakni memadukan warna hijau dan biru, memberi efek sejuk dan segar. Sementara, dari menaranya, kita dapat menikmati pemandangan Kota Surabaya yang sangat indah, terutama di malam hari.

b. Masjid Agung Sunan Ampel
Raden Achmad Rachmatulloh adalah seorang public figur yang alim dan bijak serta berwibawa dan semakin banyak mendapatkan simpati dari masyarakat diusianya yang masih belia 20 tahun. Dan pada saat kedatangan beliau ke tanah jawa, beliau diberi kepercayaan oleh Raja Majapahit tempat untuk berdakwah dan sebagai tempat tinggalnya yang baru yaitu Ampel Dento (Surabaya).
Sebagai media berdakwah Raden Achmad mengajak para pengikutnya untuk membangun sebuah masjid pada tahun 1421 M. Masjid ini di bangun dengan gaya arsitektur jawa kuno dan nuansa arab islami yang sangat lekat. Raden Rachmad yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel wafat di Ampel pada tahun 1481. Yang di makamkan disebelah kanan depan masjid Ampel. samapai dengan tahun 1905 Masjid Sunan Ampel yang merupakan masjid terbesar kedua di Surabaya.
Kemudian oleh warga Ampel Masjid dan makam Sunan Ampel dibangun sedemikian rupa agar orang- yang ingin melakukan sholat di masjid dan berziarah dapat merasa nyaman dan tenang. Hal ini tampak jelas dengan dibangunnya lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam.
Dari arah selatan tepatnya di jalan Sasak terdapat Gapuro bernama Gapuro Munggah, dimana Anda akan menikmati suasana perkampungan yang mirip dengan pasar Seng di Masjidil Haram Makkah. Menggambarkan bahwa seorang muslim wajib naik haji jika mampu.
Setelah melewati lorong perkampungan yang menjadi kawasan pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan mulai busana muslim, parfum, kurma dan berbagai assesoris orang yang sudah pernah melakukan ibadah haji lengkap tersedia di pasar Gubah (Ampel Suci). Kemudian Anda akan melihat sebuah Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di selatan Masjid Sunan Ampel. Kawasan Gapuro Poso ini memberikan suasana pada bulan puasa Ramadhan. Menggambarkan bahwa seorang muslim wajib berpuasa.
Setelah melewati Gapuro Poso, Anda memasuki halaman Masjid. Dari halam ini akan tampak bangun Masjid Induk yang megah dengan menaranya yang menjulang tinggi yang dibangun oleh Sunan Ampel. Yang sampai sekarang masih tetap utuh baik menara maupun tiang penyangganya.
Setelah Anda melakukan sholat di Masjid Sunan Ampel, maka Anda dapat melanjutkan perjalanan kembali dan akan Anda jumpai Gapuro Ngamal. Disini orang-orang dapat bershodaqoh sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan. Yang mana shodaqoh tersebut juga digunakan untuk pelestarian dan kebersihan kawasan Masjid dan Makam. Menggambarkan Rukun Islam tentang wajib zakat.
Kemudian tak jauh setelah itu Anda akan melewati Gapuro Madep letaknya persis di sebelah barat Masjid Induk. Disebelah kanan terdapat makam Mbah Shanhaji yang menentukan arah kiblat Masjid Agung Sunan Ampel. Menggambarkan sebagai pelaksanaan sholat menghadap kiblat.
Dan setelah itu Anda akan melihat Gapuro Paneksen untuk masuk ke makam. Ini menggambarkan sebagai syahadat “Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”.
Setelah melalui ke lima Gapuro (gerbang) tersebut maka dari dapat diambil kesimpulan bahwa Gapuro tersebut menggambarkan Rukun Islam yang jumlahnya lima. Syahadat (Gapuro Peneksen) bersaksi tiada Tuhan selain Allah.
Sholat (Gapuro Madep) melaksanakan sholat menghadap kiblat.
Zakat (Gapuro Ngamal) menunaikan Zakat/ Shodaqoh bagi yang mampu.
Puasa (Gapuro Poso) suasana puasa sperti di bulan suci Ramadhan.
Haji (Gapuro Munggah) melihat nama dan bahasanya serta suasana di Gapuro Munggah. Munggah Haji (Naik Haji).
Masjid Agung Sunan Ampel ini terletak di jalan KH. Mas Mansyur Surabaya Utara.

c. Masjid Muhammad Cheng Hoo
Pada abad ke-15 di masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang Tionghoa dari Yunna mulai berdatangan menyebarkan Agama Islam, terutama di Pulau Jawa. Tak dapat disangkal bahwa laksamana Cheng Hoo alias Sam Poo Kong alias Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 dengan armada yang dipimpinnya mendarat di pantai Si ongan, Semarang. Selain menjadi utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit, ia juga bertujuan menyebarkan Agama Islam.
Berkaitan dengan sejarah tersebut, dibangun masjid dengan arsitektur khas Tiongkok, di areal komplek Gedung Serba Guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa timur Jl. Gading No.2 (Belakang TMP Kusuma Bangsa) yang diberi nama “Masjid Muhammad Cheng Hoo”. Luasnya 231 m², berkapasitas 200 orang. Bangunan utama seluas m².

d. Gereja Kristen Indonesia
Diresmikan pada 11 September 1881 oleh de Christeijke Gereformeerde Kerk, awalnya bernama Gereja Gereformeerd Surabaya. Baru pada 11 September 1987 resmi berubah nama menjadi GKI Pregolan Bunder. Gereja yang terletak di jalan Pregolan ini hingga kini masih mempertahankan bentuk asli bangunannya.

e. Gereja Katholik Santa Perawan Maria
Bentuk bangunannya yang artistik dan bergaya ghotik merupakan perpaduan arsitektur yang sangat menarik dan unik dikalangan arsitektur bangunan. Gereja Katholik kelahiran Santa Perawan Maria merupakan gereja yang cukup tua di kota Surabaya.
Sebelum dibangunnya Gereja Katholik kelahiran Santa Perawan Maria ini, sudah dibangun sebuah Gereja Katholik pertama di Surabaya bergaya Eropa yang terletak dipojok jalan Kepanjen dan Kebonrojo. Pada awalnya dua orang pastor pada tanggal 12 Juli 1810, Hendricus Waanders dan Phillipus Wedding datang dari Belanda dengan kapal ke Surabaya. Yang kemudian Pastor Wedding pergi ke Batavia. Dan Pastor Waanders menetap di Surabaya.
Pastor Waanders sering mengaadakan misa untuk umat Katholik di Surabaya. Yang kemudian dari hari ke hari jumlah jemaat Katholik semakin bertambah yang kemudian membuat umat Katholik berencana membangun sebuah gereja katholik.
Dan baru pada tahun 1822, umat Katholik dapat merealisasikan membangun sebuah gereja pertama dipojok Roomsche Kerkstraat/ Komedie weg (Kepanjen/ Kebonrojo). Namun belakangan gereja Katholik pertama ini dipindah ke gedung baru di sebelah utaranya, tepatnya di jalan Kepanjen Kelurahan Krembangan Selatan di wilayah Surabaya Utara. Hal ini dikarenakan gereja yang lama rusak.

f. Pura Jagad Karana
Pura merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu. Bagi umat Hindu yang tinggal di Surabaya ataupun pendatang yang ingin melakukan sembahyang dapat melaksanakan di Pura Jagad Karana ini. Tempatnya yang jauh dari keramaian kota akan semakin menambah kekhidmatan umat Hindu dalam menjalankan ibadah.
Pura Jagad Karana berada di jalan Gresik-Surabaya. Pura Jagad Karana ramai dikunjungi oleh umat Hindu umumnya pada hari sabtu malam, Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati dan lain sebagainya. Bentuk Pura Jagad Karana ini dikelilingi oleh benteng yang cukup tinggi.
Dan Pura Jagad Karana dibangun diatas tanah lapang dimana tanah sekitarnya telah dipaving sebagai tempat ibadah umat Hindu. Agar nampak asri sepanjang jalan masuk di tanami dengan beberapa tanaman hias. Suasana Pura Jagad Karana akan lebih terasa di Bali pada saat hari-hari raya umat Hindu.

g. Klenteng Boen Bio
Umat peribadatan umat Kong Hu Chu yang terletak di Jalan Kapasan ini dibangun pada 1883 oleh dua orang Tionghoa bernama Go Tik Lie dan Lo Toen Siong di atas lahan seluas 500m2, atas pemberian Mayoe The Boen. Pembangunannya dikerjakan langsung oleh insinyur dari Tiongkok. Pada 1904, luas lahan klenteng ini diperluas menjadi 630m2. Di bagian depannya terdapat empat pilar berukiran naga, lima pintu, dan enam jendela pintu, dimana di bagian tengahnya terdapat tulisan “Ban Sie Soe Piauw”. Sementara, di bagian tengahnya terdapat dua pilar yang juga berhias ukiran naga.

h. Klentheng Sanggar Agung
Terletak di kawasan Pantai Ria Kenjeran, tempat ini berfungsi sebagai rumah ibadah bagi pemeluk Budha, Tao, dan Khong Hu chu. Altar dan patung-patung berukiran khas Cina banyak dijumpai disini. Mulai dari pintu, yang melambangkan avalokitesvara (Bai Yi Guan Yin) dengan Long Nu (Nagin)dan Shan Cai (Sudhana) bersama Si Da Tian Wang (Catummaharajadevata).
Berbagai macam acara kerap diselenggarakan di tempat ini, diantaranya adalah perayaan Festival Bulan Purnama. Tak kurang dari 20 ribu orang biasanya hadir dalm festival tersebut.

i. Klentheng Hong Tiek Hian
Menurut cerita yang beredar hingga saat ini, mengatakan bahwa Klenteng Hong Tiek Hian dibangun oleh tentara Tartar pada zaman Khu Bilai Khan pada awal pendirian kerajaan Majapahit. Klenteng Hong Tiek Hian juga merupakan klenteng paling tua di Surabaya yang dibangun di wilayah Chinese Kamp (Pecinan).
Tempat ibadah orang-orang Khong Hu Chu ini sangat ramai dikunjungi hampir setiap harinya. Setelah orang-orang Khong Hu Chu selesai melakukan sembahyang, mereka juga dapat menikmati pertunjukan wayang Pho Tee Hi dengan cerita-cerita Mandarin.
Klenteng Hong Tiek Hian atau Klenteng Dukuh , terletak di jalan Dukuh GG.II/ 2 dan jalan Dukuh N0.23/ i.

j. Joko Dolog
Ditengah kota Surabaya, tepatnya di Taman Apsari, yaitu di jalan Joko Dolog, terdapat beberapa peninggalan kuno yang merupakan warisan budaya nenek moyang. Salah satu peninggalan tersebut adalah arca Budha Mahasobya yang lebih dikenal dengan nama JOKO DOLOG. Pada lapiknya terdapat prasasti yang merupakan sajak, memakai huruf Jawa kuno, dan berbahasa Sansekreta. Dalam prasasti tersebut disebutkan tempat yang bernama Wurare, sehingga prasastinya disebut dengan nama prasastiWurare.
Arca Budha Mahasobya ini berasal dari Kandang Gajak. Pada 1817 dipindahkan ke Surabaya oleh Residen de Salis. Daerah kandang Gajak dulu merupakan wilayah Kedoeng Wulan, yaitu daerah dibawah kekuasaan Majapahit. Pada masa penjajahan Belanda termasuk dalam Karesidenan Surabaya, sedangkan masa sekarang termasuk wilayah desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto – Jawa Timur.
Arca Budha Mahasobya, yang terkenal dengan nama Joko Dolog ini, sekarang banyak dikunjungi orang-orang yang mohon berkah. Namun jika melihat lapiknya, disebut prasati Wurare, sangat menarik karena memuat beberapa data sejarah di masa lampau.
Angka prasasti menunjukkan 1211 Saka dan ditulis oleh seorang abdi raja Kertajaya bernama Nada. Prasasti yang berbentuk sajak sebanyak 19 baik ini isi pokoknya dapat dirinci menjadi 5 hal, yaitu :
1.    Pada suatu saat ada seorang pendeta yang benama Arrya Bharad bertugas membagi Jawa menjadi 2 bagian, yang kemudian masing-masing diberi nama Jenggala dan Panjalu. Pembagian kekuasaan ini dilakukan karena ada perebutan kekuasaan diantara putra mahkota.
2.    Pada masa pemerintahan raja Jayacriwisnuwardhana dan permaisurinya, Crijayawarddhani, kedua daerah itu disatukan kembali.
3.    Pentahbisan raja (yang memerintahkan membuat prasasti) sebagai Jina dengan gelar Cri Jnanjaciwabajra. Perwujudan sebagai Jina Mahasobya didirikan di Wurare pada 1211 Saka.
4.    Raja dalam waktu singkat berhasil kembali menyatukan daerah yang telah pecah, sehingga kehidupan menjadi sejahtera.
5.    Penyebutan si pembuat prasasti yang bernama Nada, sebagai abdi raja.
Beberapa data tersebut jka dipadukan dengan data-data sejarah yang lain seperti kitab Negarakretagama, Pararaton, dan prasasti-prasasti yang lain, akan menghasilkan kerangka sejarah yang gambling. Sebelumnya kita tinjau kembali lima tokoh yang disebutkan dalam prasasti Wurare tersebut. Kelima tokoh tersebut adalah Arrya Bharad, Jayacriwisnuwarddhana yang disebut juga dengan nama Crihariwarddhana, Crijayawarddhani, Raja (yang memerintah membuat prasasti), dan Nada (sebagai pelaksana pembuat prasasti).
Siapa sebetulnya raja yang memerintah membuatkan prasati ini ? Jawabnya tidak lain adalah raja Kertanegara, yaitu raja Singosari terakhir. Dalam prasasti disebutkan bahwa ia adalah anak raja Crijayawisnuwarddhana dengan Crijayawarddhani. Nama Crijayawisnuwarddhana sekarang lebih dikenal dengan nama Wisnuwarddhana atau Ranggawuni.Kemudian Arrya Bharad, nama ini dikenal pada masa pemerintahan raja Airlangga. Sedangkan Nama sudah jelas disebutkan bahwa ia adalah abdi raja.
Selanjutnya dari prasasti ini dapat diketahui data-data sejarah yang penting sebagai berikut :
Pada jaman kerajaan Medang, yaitu masa akhir pemerintahan raja Airlangga, tepatnya 963 Saka, terjadi pembagian kerajaan menjadi dua. Hal ini terpakasa dilakukan untuk menghindari perebutan kekuasaan diantara 2 putra mahkota. Pembagian kerajaan dilakukan oleh seorang pendeta yang sangat terkenal kesaktiannya, bernama Arrya Bharad. Caranya membasahi dan membelah bumi dengan air kendi yang berkilat, Kedua kerajaan ini dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas, dan masing-masing disebut kerajaan Jenggala dan Panjalu.
Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas, dengan pelabuhan Surabaya, Rembang, dan Pasuruan. Ibukotanya adalah Kahuripan, yaitu bekas ibukota kerajaan Airlangga. Sedangkan kerajaan Panjalu, yang kemudian dikenal dengan nama Kediri, meliputi daerah Kediri dan Madiun. Ibukotanya Daha, yang mungkin didaerah Kediri sekarang.
Pada jaman kerajaan Singosari, tepatnya pada masa pemerintahan raja Wisnuwarddhana, kerajaan Panjalu dan Jenggala berusaha disatukan kembali dibawah kekuasaan kerajaan Singosari. Usaha yang dilakukan raja Wisnuwarddhana untuk mempersatukan tersebut dengan cara mengawinkan anaknya yang bernama Turukbali dengan Jayakatwang yang meupakan keturunan raja Kediri terakhir yaitu raja Kertajaya. Jayakatwang yang merasa bahwa ia adalah pewaris sah atas tahta Kdiri sehingga ia berusaha merebut kembali kekuasaannya.
Ulahnya yang selalu berusaha merebut kekuasaan itulah yang ingin dicegah raja Wisnuwarddhana dengan jalan mengadakan perkawinan politik tersebut. Usaha itu kemudian dilanjutkan oleh keturunannya yang bernama raja Kertanegara yang mengawinkan anaknya dengan anak Jayakatwang yang bernama Arddhara.
Kenyataan tetap membuktikan bahwa usaha yang baik tidak selalu lancar.
Jayakatwang tetap berusaha merebut kekuasaan. Kertanegara dianggap sebagai orang yang tidak berhak atas tahta kerajaan. Cara yang ditempuh Kertanegara untuk menunjukkan bahwa ia adalah putra mahkota yang sah yaitu dengan menyebutkan Crijayawisnuwarddhana dan Crijayawarddhani sebagai orang tuanya dalam prasasti Wurare itu. Disamping itu, disebutkan bahwa Kertanegara adalah raja yang pandai dalam dharma dan sastra, serta sebagai pendeta dari keempat pulau. Ia dikukuhkan sebagai Jina Mahasobya dengan gelar Crijnanaciwabajra.
Maksud pengukuhannya sebagai Jina adalah untuk menunjukkan kekuasaan dan kebesaran dirinya. Mahasobya adalah dewa Aksobhya tertinggi. Sebutan Kertanegara sebagai Mahasobhya berarti ia mempunyai sifat yang ada dalam diri Dewa Aksobhya dan emanasinya, yaitu mempunyai sifat damai,  berkuasa, dan kekuasaannya yang tiada tandingannya. Sedangan gelarnya sebagai Cri Jnannaciwabajra dapat berarti bahwa ia adalah orang yang mempunyai pengalaman atau berpengalaman seperti Dewa Siwa, serta dapat memusnahkan kejahatan untuk kesejahteraan semua umat manusia.
Selain itu, gelar-gelar Kertnegara tersebut juga mempunyai latar belakang politik. Raja Kertanegara ingin menyaingi raja Kubilai Khan yang dikukuhkan sebagai Jina Mahamitabha. Persaingan ini timbul karena raja Kubilai Khan ingin berkuasa diseluruh Asia Tengara. Tetapi raja Kertanegara tidak mau tunduk begitu saja. Pada 1211 Saka, utusan dari raja Kubilai Khan bernama Meng-Ch’I, yang meminta pengakuan kekuasaan Kubilai Khan, ditolak dan disuruh pulang ke Mongol oleh raja Kertanegara.
Semua itu dilakukan bertepatan dengan dibuatnya prasasti Wurare yang menyatakan kekuasaan dan kebesaran raja Kertanegara sebagai Jina Mahasobhya. Mahasobhya adalah Jina yang menguasai mata angin sebelah timur, sedangkan Mahamitabha menguasai mata angin sebelah barat. Dengan demikian Kubilai Khan menguasai wilayah bagian barat sedangkan Kertanegara menguasai wilayah bagian timur.
Dari semua keterangan tersebut dapat diketahui bahwa arca Joko Dolog merupakan perwujudan raja Kertanegara sendiri. Sedangkan prasasti yang dipahatkan mengelilingi lapiknya mengandung nilai sejarah politik yang penting. Terutama sebagai bukti bahwa bangsa kita sejak jaman dahulupun tidak mau begitu saja menyerah kepada penjajah asing. Juga berusaha menggalang persatuan untuk menegakkan kekuatan.

k. Makam Ki Ageng Bungkul
Terletak di Taman Bungkul jalan Progo dalam wilayah Surabaya Pusat. Ki Ageng Bungkul adalah seorang nayaka (keramat) kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi mertua Sunan Giri. Beliau sering berkonsultasi dengan Sunan Ampel mengenai masalah agama Islam sehingga kemudian masuk Agama Islam. Ki Ageng Bungkul aslinya bernama Ki Supa, seorang ahli pembuat keris dari Tuban. Kemudian beliau menetap di Bungkul sampai wafatnya. Banyak orang yang berziarah ke makam Sunan Giri, singgah ke makam Ki Ageng Bungkul.

l. Makam Mbah Ratu
Makam Mbah Ratu yang berlokasi di jalan Demak (Surabaya Utara), dipercaya orang sebagai makam buritan perahu dari Laksana Zeng Ho dari negeri Cina. Dia mengadakan muhibah pada tahun 1414 dn perahunya hancur dipelabuhan Holandper (Tanjung Perak). Makam ini sebenarnya pindahan dari makam perahu sebelumnya yang ada di Prapat Kuning.

m. Makam Dr.Soetomo
Almarhum Dr. Soetomo dilahirkan di desa Ngepeh-Nganjuk pada tanggal 30 Juli 1888. Setelah tamat di sekolah Europesche Lagere School, beliau melanjutkan studinya di Stovia Jakarta dan lulus sebagai dokter pada tahun 1911. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di Amsterdam, lulus sebagai dokter ahli dan menjadi pembantu Profesor Unna di Hamburg Jerman dan pembantu Profesor  de Plant di wina Austria. Tahun 1933 kembali ke tanah air, ditempatkan sebagai guru disekolah dokter Nias dan membuka praktek sebagai dokter di Jalan Simpang Dukuh 12 Surabaya.
Selaku perintis kemerdekaan baliau mendirikan perkumpulan Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan pada tanggal 4 Juli 1924 mendirikan Indonesische Studie Club. Pada tanggal 1 januari 1932 untuk menyongsong keluarnya Ir. Soekarno dari penjara Sukamiskin, maka di Surabaya diadakan Kongres Indonesia Raya ke-1 di Gedung Nasioanl Indoensia. Beliau wafat sebagai pahlawan pada tanggal 30 Mei 1938 dan dimakamkan di halaman Gedung Nasional Indonesia jalan Bubutan.

n. Makam W.R Supratman
Makam Wage Rudolf Supratman di jalan Kenjeran-Surabaya Timur, beliau dilahirkan 9 Maret 1903. Semasa hidupnya beliau menciptakan lagu-lagu guna menggugah bangsa Indoensia untuk segera memperoleh cita-citanya yaitu Indonesia Merdeka. W.R Supratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Disamping itu, beliau juga pencipta lagu terkenal lainnya seperti: Ibu Kita Kartini, Di timur Matahari, Bangunlah Wahai Kawan dan Matahari Terbit. Atas jasanya kepada negara beliau dianugerahi bintang Maha Putra Anumerta.

o. Makam Pangeran Yudo Kardono
Makam Pangeran Yudo Kardono makam ini terletak di kampung Kedondong – Surabaya Pusata yang konon merupakan makam dari salah seorang Panglima Perang Kerajaan Mataram, wafat pada saat ditugaskan oleh Sultan Agung dari Mataram untuk menundukkan Surabaya. Makam ini banyak dikunjungi oleh Peziarah yang kebanyakan berasal dari Jawa Tengah.
Cagar Budaya
Kota Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan, memiliki 169 bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah tersendiri. Bagunan cagar budaya merupakan warisan yang harus dilindungi. Bangunan bersejarah di Surabaya juga merupakan bukti bahwa kota ini layak menyandang sebagai kota pahlawan.
Sebelumnya telah ada 167 bangunan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Sebanyak 61 bangunan ditetapkan pada tahun 1996 dan 102 bangunan ditetapkan pada tahun 1998. Adapun empat lainnya, ditetapkan pada tahun 2009, yakni Lapangan Golf Ahmad Yani, Gedung Gelora Pantjasila, Kolam Renang Brantas, dan gedung Perkumpulan Olah Raga Embong Sawo.
Untuk melesarikan warisan budaya tersebut, dinas Pariwisata kota surabaya untuk kedepanya akan merintis kerjasama dengan pabrik cat melalui Ikatan Arsitek cabang surabaya. itu dilakukan untuk perawatan terhadap 169 bangunan cagar budaya tersebut. Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya selalu melakukan pantauan terhadap banguna bersejarah di kota Surabaya. dinas pariwisata dibantu oleh Tim Cagar Budaya yang dbentuk oleh walikota. Tim tersebut memiliki tugas memberikan masukan atau sebagai tim ahli untuk menentukan kelayakan sebuah bangunan untuk dijadikan bangunan cagar budaya.
  • 15.56


tarif travel carter drop juanda surabaya ke bali denpasar

MAU BERWISATA KE PULAU BALI ? KAMI SIAP MELAYANI ANDA.


No
Kota
Tarif
Ket
1
Denpasar
2.500.000
Drop of/ carter
2
Denpasar
3.500.000
Wisata 2H3M

Nb:

  • Tarif ngedrop, sudah termasuk mobil+ supir+bbm only. Belum termasuk Tol, parkir, penyeberangan ,akomodasi supir ikut penyewa.
  • Untk Tarif Wisata 2 hari 3 malam, start berangkat jam 6 sore dari surabaya. menginap semalam di Bali.  Sudah termasuk mobil (avanza) supir+bbm. Belum termasuk tol, parkir, penyeberangan dan akomodasi supir. 
Info Lebih Lanjut Hub kami : 
  • 14.57
drop carter sewa mobil ke jawa barat bandung jakarta
Jika anda ingin bepergian ke kota-kota di Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk urusan bisnis, wisata atau  pulang ke kampung halaman silahkan hubungi kami . Berikut ini adalah daftar harga untuk kota-kota di jawa timur.

NO
KOTA
HARGA / Rp.
1
CIAMIS
3.500.000
CIREBON
3.200.000
TASIKMALAYA
3.500.000
2
GARUT
3.500.000
PANDEGLANG
4.200.000
CILEGON
4.200.000
INDRAMAYU
3.200.000
SUMEDANG
3.200.000
3
BANDUNG
3.500.000
CIANJUR
3.500.000
KUNINGAN
3.500.000
4
JAKARTA
3.500.000

Nb: 
  • Tarif untuk sekali jalan.
  • Tarif sudah termasuk mobil+supir+bbm.
  • Tol, parkir dan akomodasi supir di tanggung penyewa
  • Unit nya Avanza / xenia. untuk unitt innova, hiace, elf, luxio dll hubungi kami.
  • Perjalanan harus dan wajib via tol.
  • 16.31
Anda Sedang berada di Surabaya ? atau sedang merencanakan berlibur, singgah, mampir atau sekedar lewat di surabaya. Berikut adalah tempat-tempat wisata untuk anda yang ingin berwisata singkat di Surabaya.




  1. Tugu Pahlawan , adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen ini setinggi 41,15 meter berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 Novembermengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.
  2. Patung Suroboyo, Patung Sura dan Boyo adalah sebuah patung yang merupakan lambang Kota Surabaya. Patung ini berada di depan Kebun Binatang Surabaya. Patung ini terdiri atas dua hewan ini yang menjadi inspirasi nama kota Surabaya: ikan sura dan buaya.    Legenda Cerita Rakyat Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan. “Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura. “Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan.“Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut!”“Baik aku setujui gagasanmu itu!” kata Buaya.Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada perkelahian lagi antara Sura dan Buaya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing.Tetapi pada suatu hari, Ikan Hiu Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Buaya memergoki perbuatan Ikan Hiu Sura ini. Tentu saja Buaya sangat marah melihat Ikan Hiu Sura melanggar janjinya.“Hai Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan wilayah kekuasaanku?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura yang tak merasa bersalah tenang-tenang saja. “Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair.Bukankah aku sudah bilang bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini ‘kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku,” kata Ikan Hiu Sura.“Apa? Sungai itu ‘kari tempatnya di darat, sedangkan daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah daerah kekuasaanku!” Buaya ngotot.“Tidak bisa. Aku “kan tidak pernah bilang kalau di air hanya air laut, tetapi juga air sungai,” jawab Ikan Hiu Sura.“Kau sengaja mencari gara-gara, Sura?”“Tidak! Kukira alasanku cukup kuat dan aku memang di pihak yang benar!” kata Sura.“Kau sengaja mengakaliku. Aku tidak sebodoh yang kau kira!” kata Buaya mulai marah.“Aku tak peduli kau bodoh atau pintar, yang penting air sungai dan air laut adalah kekuasaanku!” Sura tetap tak mau kalah.“Kalau begitu kamu memang bermaksud membohongiku ? Dengan demikian perjanjian kita batal! Siapa yang memiliki kekuatan yang paling hebat, dialah yang akan menjadi penguasa tunggal!” kata Buaya.“Berkelahi lagi, siapa takuuut!” tantang Sura dengan pongahnya. Pertarungan sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya terjadi lagi. Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang itu. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali.Dalam pertarungan dahsyat ini, Buaya mendapat gigitan Ikan Hiu Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membelok ke kiri. Sementara ikan Sura juga tergigiut ekornya hingga hampir putus lalu ikan Sura kembali ke lautan. Buaya puas telah dapat mempertahankan daerahnya. Pertarungan antara Ikan Hiu yang bernama Sura dengan Buaya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peristiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Madya Surabaya yaitu gambar ikan sura dan buaya. Namun ada juga yang berpendapat Surabaya berasal dari Kata Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti selamat menghadapi bahaya. Bahaya yang dimaksud adalah serangah tentara Tar-tar yang hendak menghukum Raja Jawa. Seharusnya yang dihukum adalah Kertanegara, karena Kertanegara sudah tewas terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu oleh tentara Tar-tar. Setelah mengalahkan Jayakatwang orang-orang Tar-Tar merampas harta benda dan puluhan gadis-gadis cantik untuk dibawa ke Tiongkok. Raden Wijaya tidak terima diperlakukan sepereti ini. Dengan siasat yang jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-Tar di pelabuhan Ujung Galuh hingga mereka menyingkir kembali ke Tiongkok. Selanjutnya, dari hari peristiwa kemenangan Raden Wijaya inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya. Surabaya sepertinya sudah ditakdirkan untuk terus bergolak. Tanggal 10 Nopmber 1945 adalah bukti jati diri warga Surabaya yaitu berani menghadapi bahaya serangan Inggris dan Belanda. Di jaman sekarang, pertarungan memperebutkan wilayah air dan darat terus berlanjut. Di kala musim penghujan tiba kadangkala banjir menguasai kota Surabaya. Di musim kemarau kadangkala tenpat-tempat genangan air menjadi daratan kering. Itulah Surabaya. Ada istilah ngetren sekarang ini di kalangan kawula muda tentang arti lambang Soroboyo yaitu Suro = Wani, Boyo = disek. sopo seng wani disek yo iku seng menang. Ada lagi istilah lain di kalangan pengusaha muda Surabaya yaitu Suro = wani , Boyo = utang, maka untuk berwirausaha dan hidup di kota besar kedua di indonesia ini "mereka ( yang beraliran Suroboyo= wani utang" ) harus berani berhutang untuk bisa berwirausaha. ada satu lagi Suro=wani, Boyo = bahaya. maksudnya hidup diSurabaya harus berani menghadapi resiko, bahaya, atau ancaman kemungkinan-kemungkinan terberat. namanya juga kota besar tentu persainganya kuat, besar dan hebat tentu harus di jalanai dengan semboyan pengusaha berani hutang tapi asal nyaur lhoo. berani cepat duluan, disini gak laku pola pikir alon-alon asal kelakon yang ada siapa cepat dia dapat. 
  3. Sunan Ampel (Raden Rahmat). Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad, menurut riwayat ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa yang bernama Dewi Condro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dari Dinasti Ming. Nasab lengkapnya sebagai berikut: Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin Al-Husain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali’ Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta, Surabaya, dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Ia menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo, berputera: Sunan Bonang,Siti Syari’ah,Sunan Derajat,Sunan Sedayu,Siti Muthmainnah dan Siti Hafsah. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, berputera: Dewi Murtasiyah,Asyiqah,Raden Husamuddin (Sunan Lamongan,Raden Zainal Abidin (Sunan Demak),Pangeran Tumapel dan Raden Faqih (Sunan Ampel 2. Makam Sunan Ampel teletak di dekat Masjid Ampel, Surabaya. 
  4. Taman BungkulRevitalisasi Taman Bungkul dengan konsep Sport, Education, dan Entertainment telah diresmikan sejak tanggal 21 Maret 2007. Area seluas 900 meter persegi yang dibangun dengan dana sekitar 1,2 Milyar itupun dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti skateboard dan sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), akses internet nirkabel (Wi-Fi atau HotSpot), telepon umum, arena green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera. Bahkan taman ini juga dilengkapi dengan jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun dapat ikut berekreasi.    


     
     


    Taman yang berada di jalan protokol, yakni di Jalan Raya Darmo itu makin bisa dirasakan manfaatnya bagi warga kota metropolitan Surabaya. Taman Bungkul seperti halnya oase bagi Warga Kota Surabaya. Dia area ini warga kota bisa menghirup beragam manfaat, keindahan, kenyamanan, kesehatan dan kesenangan sekaligus. Disini, anak-anak bisa terpuaskan nafsu bermainnya, dan anak-anak muda penghobi olah raga pun terpuaskan untuk memainkan skate board dan sepeda BMX-nya. Bahkan para pebisnis atau mahasiswa dapat memuaskan wisatanya didunia maya, karena di taman ini juga dilengkapi dengan Hot Spot Wi-Fi. sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya.                                                   Taman Bungkul di Surabaya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia, yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 November lalu di Jepang. Penghargaan taman terbaik se-Asia dari PBB ini diterima langsung Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Jepang, dan langsung diarak menuju Balai Kota setibanya di Surabaya, Sabtu (30/11).

    Dari 10 penghargaan yang diterima pada Oktober hingga November ini, Pemerintah Kota Surabaya juga menerima sejumlah penghargaan antara lain Future Gove Awards 2013 tingkat Asia Pasifik, penghargaan Kota Sehat tingkat nasional, penghargaan E-Procurement, Perpustakaan Terbaik Nasional, serta Kearsipan Terbaik Nasional.


    Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat tiba di Surabaya mengatakan, dirinya mengaku bangga menerima penghargaan ini atas nama warga kota, sehingga menjadi semangat bagi pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada warga kota Surabaya.

    “Saya bangga tentunya secara pribadi, tapi sekali lagi jangan sampai ini membuat kami di Pemerintah Kota ini kemudian jadi lupa diri, karena terus terang bulan ini bulan penghargaan, hampir tiap minggu kami ada penghargaan. Jangan sampai kami lupa diri bahwa tujuannya adalah bukan hanya kami dapat penghargaan, tujuannya adalah bagaimana kami melayani warga Surabaya lebih baik lagi,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

    Sementara itu. Ketua DPRD Kota Surabaya Mohammad Mahmud mengatakan pemerintah kota diharapkan meningkatkan pemerataan pembangunan, termasuk membangun taman-taman serupa Taman Bungkul di kawasan-kawasan lain di Surabaya.

    “Saya berharap taman-taman seperti Taman Bungkul juga dibangun di tempat lain, harus lebih banyak, sehingga warga kota ini bisa lebih merasakan manfaatnya hasil pembangunan,” kata Mohammad Mahmud, Ketua DPRD Kota Surabaya.

    Tri Rismaharini mengatakan meski telah memiliki taman berskala internasional, Pemerintah Kota berencana membuat beberapa taman di Surabaya bagian barat, utara dan timur, seperti taman bunga di bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah Keputih, serta hutan buah di kawasan Surabaya barat.

    “Jadi kedepan ini ada yang kita persiapkan yang besar di daerah barat di daerah Pakalkemudian di daerah Bulak dan di daerah Keputih. Yang Keputih ini mungkin luasnya sekitar 50 hektar dan itu akan kita jadikan taman bunga, jadi nanti akan berbunga. Juga menyiapkan hutan di daerah barat sekitar 15 hektar, itu yang isinya buah-buahan saja," jelas Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

    "Jadi kelak kemudian warga Surabaya terutama anak-anak yang masih kecil-kecil nanti bisa menikmati, mungkin buah-buah langka yang selama ini sudah gak ada, bisa dilihat disitu,” lanjutnya.
  5. Suromadu, adalah jembatan terpanjang di Indonesia dan juga merupakan salah satu ikon kota Surabaya yang memiliki panjang 5.438 meter. Jembatan ini menghubungkan antara pulau garam Madura dengan pulau Jawa (Surabaya). Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden saat itu Megawati Soekarno Putri pada tanggal 20 Agustus 2003 dan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Juni 2009.Untuk membangun jembatan ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 tahun dan biaya sebesar4,5 triliun rupiah.

    Pembangunan jembatan yang berada diatas selat madura ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di sisi pulau madura yang relatif tertinggal di bandingkan dengan kota tetangganya yaitu Surabaya. Jembatan ini memiliki 4 jalur yaitu 2 jalur untuk roda empat atau lebih dan 2 jalur untuk roda dua.

    Bagi sobat yang ingin melewati jembatan tersebut harus terlebih dahulu membeli tiket seperti layaknya jalan tol. Untuk roda empat tarifnya sebesar Rp 30.000, sedangkan untuk roda duasebesar Rp 3.000. Untuk sobat yang narsis abis, sobat bisa berfoto ria diatas jembatan tersebut, sebaiknya bila ingin pemandangan yang bagus lebih baik foto pada malam hari karena di jembatan suramadu tersebut dihiasi lampu warna - warni yang indah. Tapi sobat harus pintar - pintar membaca situasi karena peraturan di jembatan tersebut tidak diperbolehkan untuk berhenti sehingga bila sobat apes, sobat bisa ditilang oleh petugas/polisi yang sering patroli di jembatan tersebut.

    Untuk mengakomodasi kapal laut yang melintasi selat madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter agar kapal bisa melintas dibawahnya. Jembatan yang memiliki lebar 30 meter ini memang sangat bermanfaat bagi semua baik warga Surabaya maupun Madura karena dengan adanya jembatan suramadu ini, orang - orang yang akan menyeberang ke madura atau sebaliknya tidak usah repot antri menunggu kapal penyeberangan yang ada di tanjung perak atau kamal.

    Proyek jembatan suramadu ini sendiri pertama kali digagas pada tahun 1960an oleh Ir.Sedyatmo (alm) yang tadinya direncanakan untuk membuat jembatan yang menghubungkan pulau jawa dan sumatera. Dan gagasan ini mendapat respon positif dari presiden saat itu Soeharto (alm) dan pada awal Juni 1986 presiden Soeharto menunjuk Menristek BJ Habibie untuk melakukan kajian dan akhirnya bisa berdiri sekarang.
    Ada keunikan pada jembatan ini, bila dilihat dari jauh maka kelihatan jembatan ini begitu menanjak di bagian tengahnya tapi bila kita melewatinya tidak ada bagian yang sangat menanjak itu yang ada hanya jalan yang sedikit landai. 
  6. Ciputra water Park.

    Ciputra Waterpark

    Ciputra Waterpark adalah wana wisata air terbesar di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Terletak di Surabaya Barat, dan itu dibangun oleh Perusahaan Ciputra Grup di area Citraland.
    Berdiri di lahan seluas 5 hektar, Ciputra Waterpak adalah wahana permainan air yang terinspirasi dari dongeng petualangan Sinbad. Terdapat beberapa wahana di Waterpark ini, seperti Sirens River, Chimera Pool, Marina Lagoon, Sinbad Playground, Roc Tower dan Syracuse Beach.
    Ciputra Waterpark di buka setiap hari Terdapat beberapa paket yang bisa dipilih oleh pengunjung, dimana setiap wahana menampilkan atraksi wahana yang menarik dan menggunakan tehnologi tinggi. Ditambah lagi, keamanan dari Waterpark ini sudah jelas terbukti, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir.



























Langsung Saja Hubungi Kami